Program Penghijauan Kawasan Borobudur Go Green Borobudur “One Man One Tree”




Candi Borobudur merupakan warisan budaya dunia yang wajib kita lestarikan keberadaannya. Pelestarian Candi Borobudur berkaitan erat dengan kondisi lingkungan di sekitarnya. Candi Borobudur terletak di atas bukit dengan ketinggian halaman candi kurang lebih 15 m dari daerah sekitarnya. Untuk mendukung pelestarian candi maka daerah di sekitar candi dilakukan program penghijauan khususnya di Zona I Candi Borobudur yang merupakan area terdekat dengan Candi Borobudur. Kegiatan penghijauan di kawasan Borobudur ini diselenggarakan selain untuk mendukung keberadaan Candi Borobudur itu sendiri juga untuk mengurangi dampak global warming dan untuk menyerap gas emisi. Di seluruh dunia sekarang ini juga digalakkan program pengurangan gas emisi dan memperbanyak oksigen dengan cara reboisasi, sehingga dampak efek rumah kaca dapat dikurangi. Kegiatan penghijauan “One Man One Tree” ini dilaksanakan dengan penanaman pohon 1 orang 1 pohon. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan semua pihak yang terlibat dapat menyadari betapa penting arti sebuah pohon dalam kaitannya dengan persediaan oksigen bagi mahluk hidup di dunia.



Tujuan dari Program Penghijauan Kawasan Borobudur / Go Green Borobudur dengan judul “One Man One Tree” ini adalah untuk melestarikan kawasan Candi Borobudur, untuk mengurangi dampak global efek rumah kaca dan agar semua orang menyadari betapa pentingnya menanam pohon untuk kelangsungan hidup umat manusia.



Peserta kegiatan ini sebanyak 133 orang, yang terdiri dari karyawan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur, Balai Arkeologi Yogyakarta, PT. Taman Wisata + masyarakat dan perwakilan dari masyarakat.



Kegiatan Program Penghijauan Kawasan Borobudur/Go Green Borobudur dengan judul ”One Man One Tree” ini dilaksanakan Jumat pagi, 26 Maret 2010 di Zona I Candi Borobudur.



Dalam kegiatan Program Penghijauan Kawasan Borobudur/Go Green Borobudur ”One Man One Tree ini ditanam sebanyak 133 pohon dari beberapa jenis antara lain : Asoka, Nyamplung, Sawo kecik, Vilisium, Sapu tangan, Kelapa, Sengon, Bungur, Cempaka, Jabon, Kantil, dan Pronojiwo.

Sebelum dimulai para peserta berkumpul di Lapangan Guna Darma. Acara pembukaan diawali dengan sambutan diantaranya sambutan dari Kepala Balai Konservasi Peninggalan Borobudur, dari Balai Arkeologi Yogyakarta, dan dari Direksi PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko. Inti dari sambutan-sambutan tersebut adalah bahwa penanaman pohon ini adalah sebuah perbuatan mulia dan merupakan warisan nenek moyang seperti yang tercantum di dalam salah satu relief dari Candi Borobudur yaitu gambar relief kalpataru yang artinya nenek moyang dulu sudah menyadari arti pentingnya sebuah pohon dan diharapkan generasi mendatang mewarisinya. Dengan 1 orang menanam 1 pohon dan jika seluruh penduduk Indonesia yang berjumlah 230 juta jiwa menanam pohon makan akan tercipta 230 juta pohon yang akan menghasilkan oksigen dan menyerap CO2 untuk kelangsungan hidup mahuk hidup di bumi. Dengan banyak pohon yang ditanam akan menyerap air dan mengikat tanah sehingga kondisi permukaan bumi akan membaik dan mendukung kelangsungan kehidupan di bumi.



Acara ini didahului dengan penanaman secara simbolis oleh Kepala Balai Konservasi Peninggalan Borobudur, Balai Arkeologi Yogyakarta, PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magelang, Komandan Kodim Kabupaten Magelang dan Kapolres Magelang. Setelah Penanaman simbolis dilanjutkan dengan penanaman masal oleh para peserta.



Kegiatan ini juga dihadiri oleh kelompok masyarakat dan para tokoh masyarakat Borobudur, diantaranya Camat Borobudur, Kades Borobudur dan dari Sekolah Borobudur. Semua elemen masyarakat dan instansi di sekitar Candi Borobudur menyatakan mendukung kegiatan penghijauan ini, karena selain untuk mendukung kelangsungan keberadaan Candi Borobudur pada khususnya, tapi juga untuk mendukung kelangsungan hidup umat manusia di bumi pada umumnya, serta memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk menanam pohon sebanyak mungkin.

Read More......

Gapura Tangsel Kampanyekan Go Green Anti Kantong Plastik di Plaza Ciputat


Masyarakat perlu menyadari bahaya dan dampak penggunaan plastik. Hasil dari perkembangan industri polimer sintetik ini membuat kehidupan kita selalu dimanjakan oleh kepraktisan. Bahkan plastik dianggap sebagai salah satu ciri zaman modern yang ditandai dengan kehidupan serba instan.

Sejak tahun 1950-an plastik menjadi bagian penting dalam hidup manusia. Plastik digunakan sebagai bahan kemasan, tekstil, bagian-bagian mobil, dan alat-alat elektronik. Dalam dunia kedokteran, plastik bahkan digunaan untuk menggantikan bagian-bagian tubuh manusia yang sudah tidak berfungsi lagi. Pada tahun 1976 plastik dikatakan sebagai materi yang paling banyak digunakan dan dipilih.

Betapa besar peran plastik dalam kehidupan kita, bahkan sehari saja kita tidak bisa menghindar dari konsumsi plastik. Jika kita tidak memulai untuk mengurangi konsumsi plastik dalam hidup kita, apa yang akan terjadi beberapa tahun ke depan?

Berangkat dari kesadaran akan perlunya pemahaman masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantong plastik, Gerakan Peduli Masyarakat (Gapura) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang dibina oleh Hj. Airin rachmi Diany pada hari Minggu (28/03) mengadakan Kampanye Go Green dengan membagikan kantong nonplastik kepada para pengunjung Plaza Ciputat.

Irma Nurfauziah (19) salah satu pengunjung Plaza Ciputat yang menerima pembagian kantong nonplastik dari Gapura Tangsel sangat menyambut baik program Go Green dari Gapura Tangsel. “ Nah begini dong, harus ada sosialisasi. Jadi masyarakat tahu, mulai sekarang saya akan pake kantong nonplastik ini untuk belanja,” ungkapnya.

Meskipun suasana terik, relawan Gapura Tangsel tampak semangat untuk membagikan kantong nonplastik kepada para pengunjung Plaza Ciputat. (mus)

sumber: http://sosbud.kompasiana.com

Read More......

Plant for the planet ! Lets Go Green !!!


6 juta hektar hutab lenyap tiap tahunnya! Makanya, penelitian bilang kita harus menanam kembali 130 juta hektar pohon (seluas negara Peru). Its a big task for all human kind, but it can be done asal semua mau berpartisipasi.

Hilangnya hutan alami di seluruh Dunia adalah Kontributor besar emisi global tiap tahun. Karena pohon itu jago menyerap CO2 dan mengeluarkan oksigen untuk 4 orang selama 1 tahun penuh! Akar pohon juga mampu menyerap air hujan dan meyimpannya di musim kemarau.

Kampanye A Billion Trees.

PBB melalui The United Nations Environment Programme (UNEP) meluncurkan Plant fot the Planet: Billion Tree Campaign November 2006 lalu. Kampanye ini terinspirasi oleh Profesor Wangari Maathai, pemenang Nobel Peace Prize 2004 dan founder Kenya's Green Belt Movement (yang menanam lebih dari 30 juta pohon di 12 negara Afrika sejak 1977). Billion Tree Campaign menggerakan masyarakat untuk nanam pohon dan memasukkan janji (pledge) di website www.unep.org/billiontreecampaign. Targetnya adalah menanam 1 milyar pohon sepanjang 2007. Kampanye yang awalnya diprediksi gagal itu ternyata tercapai dalam setengah tahun doang. Until now 1,5 miliar pohon baru telah tertanam dan lebih dari 2,2 miliar janji tercantum. Semua ikut berpartisipasi, mulai dari bocah di New Zealand, penduduk desa Ethiopia, warga kota Jerman, sampai bocah-bocah di Kalimantan Barat! Raja Bahrain dan Prince Albert of Monaco pun turun langsung menanam pohon dengan tangan mereka. (nah gitu dong mandiri jangan cuma bisanya nyuruh-nyuruh).

Volunteers from the cultural association of New Acropolis plant trees in the Kordun region. The Trees were planted to prevent soil erosion

Program Indonesia Hijau.

Di Indonesia yang tercinta ini, Perhutani juga berniat menghijaukan kembali hutan dengan program Indonesia Hijau. Perhutani menargetkan telah menghijaukan Pulau Jawa pada tahun 2015-2020 dengan menanam 400 juta pohon di seluruh Pulau. Salah satu aksinya adalah pembagian 1000 bibit pohon di Bundaran Hotel Indonesia 6 November 2007 lalu. Direktur Perhutani, Transtoto Handadhari juga mendeklarasikan hari itu sebagai Hari Mewujudkan Jawa Hijau. Presiden SBY juga mencanangkan Desember 2007 sebagai bulan menanam pohon. Didukung juga sama Ibu Ani Bambang Yudhoyono yang yakin kalau perempuan bisa punya andil besar memerangi perubahan iklim (yoii dahhh..)

What can we do?

Dukung kampanye global dan Program Indonesia Hijau dengan menanam paling ga satuuuu aja pohon. Kalo bisa ajak juga orang-orang untuk turut serta menanam pohon di area sekolah, kompleks, perumahan, lingkunag sekitar, dimana ajalah. Lets Go Green Indonesia !!

"Bila bukan kita yang mengerjakan ini, lalu siapa lagi? Jika bukan sekarang, kapan lagi. Dan bila bukan kita bersama, lalu bagaimana caranya" - Ibu Ani Bambang Yudhoyono..

sumber: http://www.blogcatalog.com/blogs/go-green-indonesia.html

Read More......

lucu













































sumber: google.com


Read More......

Es Kutub Utara Mencair Lebih Cepat


Lapisan es di Kutub Utara terus mencair lebih cepat dari sebelumnya akibat pengaruh pemanasan global. Pantauan lapisan es di Kutub Utara yang dilakukan satelit dalam 30 tahun ini memperlihatkan lapisan es disana mencapai tingkat terendah pada Agustus tahun 2008 ini.

Para peneliti Amerika Serikat dari Pusat Data Nasional Salju dan Es (NSIDC) menyebutkan, pada pengukuran 26 Agustus, luas permukaan es di Kutub Utara menyusut hingga 5,26 juta kolometer persegi, berkurang dibandingkan dengan 21 September 2005 yang seluas 5,32 juta kilometer persegi.

Sejak awal Agustus, menurut Boulder, badan pemantauan Kutub Utara yang berbasis di Colorado, AS, permukaan es disana menyusut sebanyak 0.006 juta kilometer persegi.

Mencairnya es di Kutub Utara, menurut NSIDC, berlangsung sangat cepat dan ekstensif. Ini memungkinkan luas permukaan es akan menyusut hingga dibawah 4,25 juta kilometer persegi. Angka 4,25 juta kilometer persegi, berdasarkan pantauan satelit, merupakan angka terendah luas permukaan es di Kutub Utara, yang tercatat pada musim panas tahun 2007.

Rata-rata luas permukaan es di Kutub Utara, menurut pantauan, selama tahun 1979-2000 adalah 7,23 juta kilometer persegi.

"Intinya adalah tren negatif es pada musim panas memperpanjang berlanjutnya kecenderungan yang telah berlangsung beberapa dekade," demikian tulis NSIDC dalam laporannya.

Glasiologis NSIDC, Mark Serreze memperingatkan, Kutub Utara bahkan bisa tidak berlapiskan es lagi pada bulan September untuk pertama kalinya dalam sejarah modern.

hiii serem banget kaan?

sumber : Kompas.

Read More......

kurangi penggunaan teknologi untuk selamatkan bumi kita

Kita telah menghancurkan bumi kita. Benar. Bumi kita sakit, dan disebabkan perilaku manusia yang menyalahgunakan teknologi secara berangsur-angsur, dengan tujuan menciptakan kehidupan yang lebih mudah.


Daur ulang, Penggunaan kembali, Perbaharui lagi, Kembali Semuanya.

Berhematlah. Selalu gunakan kedua sisi dari kertas lembar. Setelah kertas tersebut penuh, jika memungkinkan, gunakan kertas bekas untuk mendaur ulang ala kamu sendiri. Proses sedikit bau, tetapi hasilnya sepadan.

Sangat sangat sangat berhematlah. Mencoba untuk tidak mengikuti barang terbaru tetapi gunakanlah milikmu yang terakhir dengan sebaik-baiknya. Mencoba untuk membeli barang-barang daur ulang atau barang yang telah diperbaharui. Hal ini lebih murah dan lebih sedikit barang tidak jelas yang terbuang. Jika kamu harus membeli produk baru, cobalah yang ramah lingkungan. Mungkin kamu bisa mencari dengan kemasan berlogo hijau.

Perpanjang Sumber Energi.

Dimulai dari mengisi ulang baterai/aki. Ini sedikit lebih mahal dari yang biasa tetapi kamu bisa menggunakannya lebih lama, lebih, dan lebih, demikian menghemat pengeluaranmu dalam jangka pendek. Di samping itu, elemen-elemen dari baterai tersebut mengandung racun untuk lingkungan. Semakin berkurangnya limbah, semakin sehat lingkungan kita.

Dengan teknologi saat ini, panel surya adalah satu-satunya pilihan umum, meskipun masih mahal bagi kebanyakan orang. Tapi di masa depan, setiap orang akan dapat memanfaatkan energi terbaru selain sumber sinar matahari seperti angin, arus sungai, dan gelombang laut. Terdapat juga diskusi mengenai "energi coklat", dengan bahan bakar air.

Lakukan Dokumen Digital

Cobalah untuk tetap dengan dokumen digital yang bukan dicetak. Ini lebih banyak menghemat kertas. Format yang populer untuk digital adalah "dicetak" media PDF.

Jangan mencetak email jika tidak diperlukan, baca ebooks, membaca digital versi media seperti Kompas Digital (http://epaper.kompas.com), atau mengikuti berita dan cerita secara online, cukup dengan Google.

Tinggal dirumah, Mengurangi Polusi.

Tindakan utama yang dapat anda lakukan untuk membantu bumi adalah tinggal dirumah. Jika tidak penting-penting amat untuk keluar lebih baik tidak usah. Seperti contoh anak remaja yang hobi menghabiskan waktu jalan-jalan dengan mobil pribadi tanpa tujuan jelas. Dengan tinggal dirumah, kamu akan menggunakan lebih sedikit dan lebih sedikit menghasilkan kabut (asap). Sementara, emisi karbon transportasi adalah penyumbang terbesar pemanasan global.

Disamping itu, tinggal dirumah bukan berarti tidak melakukan apa-apa. Sekarang ini komunikasi dan teknologi sudah memungkinkan manusia untuk berkomunikasi, bekerja untuk perusahaan dari mana saja, biasanya dari rumah. Internet juga menyediakan hampir apapun yang anda inginkan. Lebih banyak ada hal di internet daripada tidak ada yang bisa menghabiskan membaca tentang masa hidupnya.

sumber: http://gogreenindonesia.blogspot.com/

Read More......

Green World equals Healthy Body

Berikut ini adalah beberapa cara menyelamatkan bumi yang tidak hanya berpengaruh pada kelesterian hidup semata,tetapi juga memiliki manfaat yang baik untuk badan kita .

-Bercocok Tanam
Selain untuk penghijauan,kegiatan berikut ini juga sangat baik untuk kesehatan badan. Jiwa yang tenang seimbang dengan tubuh yang ideal. Gerakan menyiram,menanan dan memberi pupuk selama 5 menit bisa merampingkan tangan lho girls!

-Menyuci Piring
Jangan bingung dulu saat membaca ini bukan web household, tetapi percaya atau tidak kegiatan yg satu ini sangat bermanfaat untuk bumi kita. Gunakan peralatan makan yg tidak sekali pakai,dengan begini kita sudah mengurangi limbah plastik yang sulit dicerna.Jangan langsung bilang tidak praktis dan merepotkan ,karena gerakan mencuci piring bermanfaat untuk mengurangi lebih dari 50 kalori didalam tubuh.Dengan mencuci piring 3x sehari dalam sebulan dijamin deh badanmu langsung lebih ramping!

-I wanna ride my bike!
Choose bike rather than motoric vehicles! Selain tidak memproduksi poluttan,bersepeda juga bermanfaat untuk tubuh kita.Jantung sehat dan.. (ehem) badan yang lebih proporsional.

-Kurangi penggunaan Microwave
Selain memberikan kesempatan bernafas untuk bumi kita, microwave juga tidak baik untuk badan kita.Makanan yang sering dipanaskan dengan microwave memang tidak membuat kita menunggu lebih lama,tetapi hal ini membahayakan tubuh dikarenakan ultraviolet yang ikut terkonsumsi!

-No Plastic at My house!
Ayo,ayo sebarkan info ini.Kurangi penggunaan plastik dan cari produk yang lebih ramah lingkungan.Green product is so rock!


sumber: http://gogreenindonesia.blogspot.com/

Read More......

Ulah Manusia Mengubah Iklim Global

Keindahan alam Papua. Lautan, dana dan sungai mengalami peningkatan temperatur jadi semakin hangat.  Kredit foto : Nggieng

Keindahan alam Papua. Lautan, dana dan sungai mengalami peningkatan temperatur jadi semakin hangat. Kredit foto : Nggieng



Perubahan iklim, global warming, memang jadi materi yang tak ada habisnya untuk dibahas. Lihat saja bagaimana tak menentunya iklim saat ini. Apakah ini pengaruh alam yang sedang bergolak atau adakah pengaruh manusia di dalamnya?

Hasil penelitian terbaru dari NASA menunjukan perbuatan manusia dalam kaitan dengan prubahan iklim telah memberi

dampak yang sangat luas terhadap sistem alam, termasuk pencairan lapisan es, mekarnya tanaman lebih cepat di Eropa, dan turunnya produktivitas danau di Afrika. Penelitian yang dilakukan oleh Cynthia Rosenzweig dari NASA’s Goddard Institute for Space Science di New York beserta para peneliti dari 10 institusi yang berbeda ini mencoba membuat hubungan dampak secara fisik maupun biologi yang terjadi sejak tahun 1970 bersamaan dengan maningkatnya temperatur sepanjang periode tersebut. Hasilnya, pemanasan yang terjadi secara luas memang berasal dari dampak ulah manusia di seluruh Bumi.

Penelitian ini merupakan yang pertama kali untuk mempelajari hubungan antara set data temperatur global yang ada, hasil model iklim, dan melakukan pengamatan terhadap perubahan yang terjadi dalam skala luas terhadap sistem fisis dan biologi untuk menunjukan keterkaitannya antara aktivitas manusia, iklim dan dampaknya. Hasil pengamatan menunjukan, ada hubungan antara perbuatan manusia dengan perubahan iklim dan pengamatan terhadap dambak di Bumi juga menunjukan kebenaran yang sama dalam skalan kontinental, umumnya di Amerika Utara, Eropa dan Asia.

Migrasi burung. Image courtesy : Jeff Poklen, Science  Daily
Migrasi burung. Image courtesy : Jeff Poklen, Science Daily

Untuk sampai pada kesimpulan hubungan tersebut, dilakukan analisa database lebih dari 29 000 seri data yang didapat dari hasil pengamatan terhadap dampak yang terjadi di sistem alam di Bumi. Data tersebut dikumpulkan dari 80 studi dalam rentang 20 tahun dari 1970 -2004. Dampak yang diamati dalam penelitian ini adalah perubahan dalam sistem fisis sperti glacier yang makin menipis, pencairan dataran es, dan makin hangatnya danau dan sungai. Akibat lainnya juga terjadi pada sistem biologi, seperti daun yang kembali muncul dan bunga yang bermekaran lebih cepat, burung-burung tiba lebih cepat dalam periode migrasi, serta tumbuhan dan hewan yang berpindah dari kutub ke kutub dalam jumlah yang lebih besar. Dalam lingkungan yang kaya air seperti lautan, danau dan sungai, plankton dan ikan juga mulai bergeser dari kondisi adaptasi dingin kini harus bisa beradaptasi dengan air yang lebih hangat.

Dalam skala global, 90% hasil pengamatan menunjukan adanya perubahan dalam sistem fisis dan biologi secara konsisten terhadap menghangatnya Bumi. Hal lainnya, perubahan tanah yang juga berubah dari penggunaan hutan ke pertanian ternyata membawa dampak lain. Pada akhirnya kesimpulan yang bisa diambil, manusia memang jadi salah satu faktor penting dalam perubahan iklim yang sedang terjadi di Bumi. Pengaruh itu terjadi lewat peningkatan emisi gas rumah kaca , dan itu terjadi secara global di Amerika, Eropa dan Aisa. Di beberapa benua termasuk Afrika, Amerika Selatan dan Australia, hasil dokumentasi dari pengamatan terhadap perubahan yang terjadi dalam hal fisik dan biologi masih jarang terhadap kaitan pemanasan global tersebut sebagai akibat dari ulah manusia. Masih dibutuhkan pengamatan dan penelitian lebih lanjut untuk benua-benua tersebut untuk mendapatkan hasil yang lebih pasti, karena penelitian disana masih kurang.

Apapun itu mari kita mulai dari diri kita setidaknya untuk mebuat lingkungan disekitar kita jadi lebih nyaman untuk dihuni.

Read More......


Iklim Global



Secara langsung maupun tidak langsung, angin dan awan di permukaan bumi terkait dengan matahari. Panas dari matahari memproduksi perbedaan temperatur, yang mengarahkan pada perbedaan temperatur. Dan angin selalu bergerak dari tekanan tinggi ke rendah.

Laut menjadi tempat penyimpanan panas matahari, dan arus laut global menggerakkan energi yang tersimpan tersebut, menyebabkan adanya iklim global, dari angin sepoi-sepoi sampai adanya badai lautan. La-nina, el-nino, merupakan salah satu fenomena musiman, yang selalu terjadi setiap tahun, seiring dengan perubahan bumi mengelilingi matahari. Demikian juga dengan interaksi harian antara udara tropis yang hangat-lembab dan udara dingin arktik yang menyebabkan adanya tornado di selatan dan barat-tengah amerika, dan kadang-kadang mengarah ke timur laut. Pergeseran kutub bumi dalam mengelilingi matahari juga merupakan penyebab terjadinya musim.

Studi mendalam juga dilakukan untuk menunjukkan adanya hubungan antara siklus matahari dengan tingkat terjadinya awan. Seperti juga yang telah dilakukan LAPAN, mengenai tingkat terjadinya awan dengan silus 11-tahunan matahari.

Studi mengenai perubahan kecerlangan matahari, memunculkan dugaan adanya kaitan dengan pemanasan global. Meskipun masih lebih dipercaya bahwa pemanasan global lebih disebabkan karena peningkatan kadar karbon dioksida di bumi, tetapi tidak tertutup kemungkinan bahwa matahari-pun memberikan sumbangan pada pemanasan global. Ketika siklus matahari menuju maksimum, matahari menjadi lebih cerlang, terdapat banyak bukti yang mendukung hubungan antara kecerlangan dan tingkat ‘kehangatan’ global. Hubungan ini tidak hanya untuk siklus 11-tahun-an, tetap untuk periode yang lebih panjang dari aktivitas tinggi dan rendah matahari.

Studi cincin pohon dan es glasial masa lalu menjadi petunjuk temperatur global masa lalu, dan dicoba dicari kaitannya dengan siklus matahari dimasa lalu. Terutama, (kembali) pada jaman es kecil, menjadi petunjuk yang sangat berharga mengenai kaitan tersebut. Aktivitas matahari ternyata cukup tinggi sebelum abad ke-13. Meskipun masih menjadi perdebatan mengenai total keluaran matahari apakah cukup untuk mempengaruhi secara kuat iklim di bumi, tetapi tidak dapat disangkal hubungan tersebut memang ada.

Semburan angin matahari dalam bentuk radiasi, berarti juga adanya semburan proton. Ketika terjadi badai, proton membombardir atmosfer atas, memecah molekul gas seperti nitrogen dan uap air. Ketika terbebaskan, atom-atom tersebut bereaksi dengan molekul ozon dan memecah-nya menjadi unsur yang berbeda. Studi menggunakan satelit menunjukkan bahwa efek tersebut memang terjadi, meskipun kecil tetapi terukur. Dengan demikian, matahari memberikan pengaruh pada perubahan lubang ozon di atmosfer bumi.

sumber: http://langitselatan.com/2007/05/02/iklim-global-dan-iklim-matahari/

Read More......